Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone

Selamat Siang (2)

Salam: Siang Hari di Kantor Guru

Greetings: Day time at the Teacher Office

Laura: Halo. Selamat siang, Bu.

Mrs Abraham: Halo. Selamat siang, Laura. Apa kabarmu?

 

Laura: Baik-baik saja, Bu. Dan bagaimana kabar Ibu?

 

Mrs Abraham: Juga baik. Orangtuamu, baik-baik saja, bukan?

 

Laura: Ya, begitulah. Mereka baik-baik saja.

 

Mrs Abraham: Syukurlah. Ada yang perlu saya bantu?

 

Laura: Ya, Bu. Hari ini saya tidak bisa hadir di kelas Bahasa Indonesia karena saya ada latihan drama.

 

Mrs Abraham: Baiklah. Apakah kamu sudah menyelesaikan Pekerjaan Rumahmu?

 

Laura: Ya, sudah, Bu. Ini PRnya.

 

Mrs Abraham: Bagus. Harap pelajari bab selanjutnya yaitu tentang Kartini dan hapalkan kosakatanya ya.

 

Laura: Baik, Bu. Maaf, saya harus pergi sekarang. Sampai jumpa, Bu.

 

Mrs Abraham: Sampai jumpa.

 

Laura: Hello. Good day, Miss.

Mrs Abraham: Hello. Good morning, Laura. How are you?

 

Laura: Fine, thanks. And how are you?

 

Mrs Abraham: I’m well too, thanks. Your parents are very well, I hope.

 

Laura: Yes, indeed. They’re very well.

 

Mrs Abraham: I am pleased. Is there anything I can help you?

 

Laura: Yes, Bu. Today I won’t be in the Indonesian class because I have a drama practice.

 

Mrs Abraham: Okay. Have you done your homework?

 

Laura: Yes, I have, Miss. Here it is.

 

Mrs Abraham: Good. Please learn the next chapter which is about Kartini and memorise the vocabulary.

 

Laura: Alright, Bu. Sorry, I have to go now. See you, Miss.

 

Mrs Abraham: See you.

 

 

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone

Selamat pagi

Salam: Pagi Hari di Rumah Keluarga Broto

Greetings: In the Morning at the Broto’s

Laura: Selamat pagi, Ibu. Selamat pagi, Ayah.

Ibu: Selamat pagi, Laura.

Ayah: Bagaimana tidurmu?

Laura: Saya tidur nyenyak.

Ibu: Ayo, kita sarapan. Pagi ini kita makan nasi goreng untuk sarapan.

Laura: Hmmm … enak.

Ayah: Cepat habiskan sarapanmu, Nak. Ayah harus pergi ke kantor lebih awal hari ini. Ayah ada rapat.

Laura: Baiklah, Ayah.

Ibu: Jangan lupa minum susumu, Laura.

Laura: Tentu saja, Bu.

Ayah: Maaf, kami harus pergi sekarang. Sampai nanti.

Laura: Sampai nanti, Bu.

Ibu: Ya, sampai nanti. Hati-hati di jalan.

Laura: Good morning, Mother. Good morning, Father.

Mother: Good morning, Laura.

Father: How’s your sleep?

Laura: I slept like a log.

Mother: Let’s have breakfast. This morning, we have fried rice for breakfast.

Laura: Mmmm … delicious.

Father: Hurry up, finish your breakfast dear. I must go to the office earlier today. I have a meeting.

Laura: Okay, Father.

Mother: Don’t forget to drink your milk, Laura.

Laura: Of course, Mom

Father: Sorry, we have to go now. See you later.

Laura: See you later, Mom.

Mother: Yes, see you later. Be careful on the road.

 

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone

Cymbidum

Tahun-tahun pertama saya tinggal di Melbourne, saya sangat kagum dengan anggrek-anggrek yang pada waktu-waktu tertentu setiap tahunnya dijual di mal-mal (biasanya dijejerkan di tengah-tengah mal bukan di toko). Saya kagum karena bunganya besar-besar, hampir sebesar bunga anggrek Catteleya yang merupakan anggrek mahal di Indonesia.

Herannya, semuanya berbentuk yang hampir sama, hanya warnanya yang berbeda kalau dibandingkan dengan anggrek-anggrek yang banyak diperjualbelikan di Indonesia; yang cukup beraneka-ragam dari jenis anggrek bulan, anggrek dendrobium sampai ke anggrek kantong.

Anggrek-anggrek di Australia biasanya adalah jenis Cymbidium (Cym) Konon, anggrek ini berasal dari Cina dan terdapat hampir 50 jenis tetapi hanya persilangannya saja yang diperjualbelikan.

Tidak seperti bertanam anggrek di Indonesia, ternyata anggrek Cym cukup mudah merawatnya. Seperti anggrek pada umumnya, memang harganya cukup mahal. Tetapi sungguh anggrek Cym ini menarik hati banyak orang karena waktu berbunganya yang jatuh pada peralihan musim dingin ke musim semi yaitu ketika bunga-bunga lainnya seperti mawar masih sedang tidur. Ya, anggrek Cym yang berbunga pada musim yang masih dingin ini dapat membuat hati yang sendu menjadi ceria. Saya setuju bahwa bunga anggrek memang indah dan romantis seperti yang disebut-sebut sebagai simbol dari cinta, kemewahan, kecantikan dan kekuatan.

Ternyata memelihara anggrek Cym tidaklah pula sulit. Pada musim panas, anggrek Cym perlu dipindahkan ke tempat yang terlindung, misal di bawah pohon yang besar. Pertandanya adalah daunnya. Kalau daunnya menjadi kuning, berarti kebanyakan sinar matahari dan kalau daunnya terlalu hijau (hijau tua), berarti kurang sinar matahari. Hal lain yang penting adalah medianya yang tidak boleh dari tanah dan kompos untuk tanaman pot biasa karena akan terlalu basah. Media yang bagus adalah serpihan kulit kayu atau kayu. Juga penyiramannya harus diperhatikan agar jangan terlalu becek dan tidak boleh terlalu lama tidak disiram. Sama seperti tanaman pot lainnya, anggrek juga perlu pupuk dan penggantian pot sekali dalam dua atau tiga tahun.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone

Fire Red Rose

Bertemu dengan Seorang Teman (Meeting a Friend)

A: Halo Andy! Apa kabar? A: Hello, Andy. How are you?
B: Baik, terima kasih. Dan bagaimana kabarmu, Michelle? B: I’m fine, thanks. And how are you, Michelle?
A: Baik sekali, terima kasih. Senang bertemu kembali. Saya sudah lama tidak bertemu denganmu. A: Very well, thanks. Nice to see you again. I haven’t seen you for a long time.

 

A: Apa yang kamu lakukan akhir-akhir ini? A: What have you been doing lately?
B: Ah, tidak banyak sebenarnya. Dan bagaimana semuanya dengan kamu? B: Oh, nothing much really. And how’s everything with you?
A: Baik, terima kasih. Saya sibuk akhir-akhir ini. A: Fine, thanks. I’ve been busy lately.

 

B: Apa saja yang kamu lakukan? B: What have you been doing?
A: Saya belajar untuk ujian-ujian saya. Ujian-ujian sekolah saya mulai pada bulan depan. A: I’ve been studying for my exams. My school exams begin next month.
B: Sungguh? Selamat ujian. B: Really? Good luck with your exams.

 

A: Terima kasih. Dan bagaimana kedua orangtuamu? A: Thanks. And how are your parents?
B: Mereka berdua baik-baik saja, terima kasih. B: They’re both very well, thanks.
A: Ke mana kamu mau pergi sekarang? A: Where are you going now?
B: Saya mau pergi berbelanja. B: I’m going to do some shopping.

 

B: Mengapa kamu tidak ikut bersama saya saja? B: Why don’t you come with me?
A: Saya tidak bisa. Saya harus bertemu dengan seseorang. A: I can’t. I have to meet someone.
B: Baiklah. Senang bercakap-cakap denganmu. B: Okay. It’s been nice talking with you.
A: Selamat tinggal Andy. Sampai jumpa lagi suatu waktu. A: Good bye Andy. See you again sometime.

 

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone

Purple Rose

Bertemu dengan Teman-Teman di Sebuah Pesta (Meeting Friends at a Party)

Tono: Bram, apakah kamu sudah kenal Andy? Tono: Bram, have you met Andy?
Bram: Belum. Apa kabar? Bram: No, I haven’t. How do you do?
Andy: Kabar baik. Senang berkenalan dengan Anda. Siapa nama Anda? Andy: How do you do. It’s nice to meet you. What’s your name?
Bram: Nama saya Bram. Bram: My name is Bram.
Andy: Apakah Anda temannya Tono? Andy: Are you Tono’s friend?
Bram: Ya, kami bermain sepakbola bersama-sama dan dulu kami bersekolah di sekolah yang sama. Bram: Ya, we play soccer together and we went to the same school.

 

Tono: Hei, ada Michelle. Hai Michelle, mari berkenalan dengan beberapa teman. Tono: Hey, there’s Michelle. Hi Michelle, come and meet some friends.
Tono: Michelle, ini Bram dan Andy. Tono: Michelle, these are Bram and Andy.
Michelle: Maaf, siapa namanya? Michelle: Sorry, what’s your name?
Andy: Nama depan saya Andy. Dan Anda? Andy: My first name is Andy. And yours?
Michelle: Michelle. Mudah untuk diingat. Michelle: Michelle. It’s easy to remember.

 

Andy: Apakah Anda mau berdansa? Andy: Would you like to dance?
Michelle: Ya, terima kasih. Michelle: Yes, thank you.

 

Andy: Apakah Anda suka berdansa? Andy: Do you like dancing?
Michelle: Ya, saya gemar. Michelle: Yes, I love it.

 

Andy: Kita harus pergi berdansa bersama pada suatu waktu. Andy: We must go dancing together sometime.
Michelle: Itu akan menyenangkan, terima kasih. Michelle: That would be nice, thank you.

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone

Yellow Rose

Bercakap-Cakap dengan Seorang Pelajar Bahasa Indonesia (Talking to an Indonesian Language Student)

Sudah berapa lama Anda belajar bahasa Indonesia? How long have you been studying Indonesian?
Saya sudah belajar bahasa Indonesia selama kira-kira enam tahun, sejak saya berumur sepuluh tahun. I have been studying it for about six years, since I was 10 years old.

 

Guru saya berasal dari Malaysia. My teacher was from Malaysia.
Dia adalah seorang guru yang sangat bagus. She was a very good teacher.
Saya senang belajar bahasa Indonesia kepadanya. I enjoyed studying Indonesian with him.

 

Apakah Anda masih belajar bahasa Indonesia? Are you still studying Indonesian?
Ya, sekarang saya mengambil kursus pada malam hari. Yes, now I am taking night courses.

 

Berapa kali seminggu kelasnya? How many times a week are the classes?
Dua kali seminggu, pada hari Rabu malam dan hari Jumat malam. Twice a week, on Wednesday nights and Friday nights.

 

Menurut Anda, apakah bahasa Indonesia sukar? According to you, is Indonesian difficult?
Ya, agak sukar, saya pikir. Yes, it’s rather difficult, I think.

 

Apakah saya banyak membuat kesalahan? Do I make many mistakes?
Tidak, bahasa Indonesia Anda bagus sekali. No, your Indonesian is very good.

 

Apakah Anda sering mendengarkan radio? Do you often listen to the radio?
Ya, saya mendengarkan radio setiap malam. Yes, I listen to the radio every night.
Saya juga menonton televisi. I also watch television.

 

Apakah Anda juga senang membaca buku-buku dalam bahasa Indonesia? Do you also enjoy reading Indonesian books?
Ya, saya membaca banyak buku bahasa Indonesia. Yes, I read a lot of Indonesian books.
Tetapi saya lebih senang percakapan. Saya senang bercakap-cakap dengan orang Indonesia. But I prefer conversation. I like talking with Indonesian people.

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone

Bonica Rose

Bercakap-Cakap dengan Seorang Mahasiswa (Talking to a Student)

Anda berasal dari mana? Where are you come from?
Saya berasal dari Indonesia. I am from Indonesia.

 

Dari bagian Indonesia mana asal Anda? What part of Indonesia are you from?
Saya dari Bogor. I am from Bogor.

 

Bogor adalah sebuah kota. Bogor is a city.
Sebuah kota yang indah sekali. It’s a very beautiful city.
Banyak terdapat taman besar dan taman yang indah. There lots of big parks and nice gardens.

 

Apakah Bogor sebuah kota yang besar? Is Bogor a big city?
Tidak, tidak besar sekali. No, it’s not very big.

 

Jakarta jauh lebih besar. Jakarta is much bigger.
Jakarta mempunyai banyak gedung yang tinggi. Jakarta has a lot of tall buildings.

 

Saya tinggal di Jakarta sekarang. I live in Jakarta now.
Saya pindah ke sana tahun yang lalu. I moved there last year.

 

Apakah Anda bekerja atau berkuliah di Jakarta? Are you working or studying in Jakarta?
Saya seorang mahasiswa di Universitas Indonesia. I’m a student at University of Indonesia.
Saya berkuliah di fakultas ilmu teknik. I’m studying in the engineering faculty.
Sudah berapa lama Anda berkuliah? How long have you been studying?
Saya sudah berkuliah selama dua tahun. I’ve been studying for two years.

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone

Sony's Garden

Bercakap-Cakap dengan Seorang Pengunjung (Talking to a Visitor)

A: Halo, kelihatannya Anda tersesat, bisa saya bantu? A: Hello, you look lost, can I help you?
B: Oh, terima kasih. Saya turis. B: Oh, thanks. I’m a tourist.
A: Apa Anda orang Amerika? A: Are you an American?
B: Bukan, saya orang Australi. B: No, I’m an Australian.
A: Sudah berapa lama Anda di sini? A: How long have you been here?
B: Saya sudah di sini selama dua hari. B: I’ve been here for two days.

 

A: Berapa lama Anda akan tinggal di sini? A: How long are you going to stay in here?
B: Saya berharap untuk tinggal selama kira-kira sebulan. B: I hope to stay for about a month.

 

A: Apakah Anda senang di sini? A: Do you like it here?
B: Ya, saya senang sekali. B: Yes, I like it very much.

 

A: Apakah cuaca terlalu panas untuk Anda? A: Is the weather too hot for you?
B: Tidak. Cuacanya enak. Saya suka cuaca panas. B: No. The weather is nice. I like hot weather.

 

A: Bagaimana makanannya? Apakah Anda suka makanan Indonesia? A: How do you find the food? Do you like Indonesian foods?
B: Makanan Indonesia enak dan sangat gurih. B: Indonesian foods are delicious and very tasty.

 

A: Di mana Anda menginap? A: Where are you staying?
B: Saya menginap di Losmen Nusantara. B: I am staying at the Losmen Nusantara.

 

A: Oh, Losmen Nusantara di Jalan Nusantara? A: Oh, the Losmen Nusantara in Nusantara Street?
B: Ya. Nomor 100. B: Yes. At number 100.
A: Selamat berlibur. A: Have a nice holiday.
B: Terima kasih. B: Thank you.

 

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone
Rufles Azalea

Bercakap-Cakap dengan Kenalan Baru (Talking with a New Acquaintance)

A: Maaf, siapa nama Anda? A: What’s your name, please?
B: Nama saya Andy. B: My name is Andy.

 

A: Anda tinggal di mana? A: Where do you live?
B: Saya tinggal di Yarra Street nomor 8. B: I live at 8 Yarra Street.

 

A: Apakah Anda tinggal dengan keluarga Anda? A: Do you live with your family?
B: Ya, dengan kedua orangtua saya dan saudara-saudara saya. B: Yes, with my parents and my siblings.

 

A: Berapa orang saudara Anda? A: How many siblings do you have?
B: Saya mempunyai seorang kakak laki-laki dan seorang adik perempuan. B: I have an older brother and a younger sister.
Kakak laki-laki saya berumur 20 tahun dan adik perempuan saya berumur 16 tahun. My older brother is 20 years old and my younger sister is 16 years old.
Kakak laki-laki saya sudah berkuliah sedangkan adik perempuan saya masih bersekolah di sekolah yang sama dengan saya. My older brother has already at university while my younger sister is still studying at the same school as me.

 

A: Dan berapa umur Anda? A: And how old are you?
B: Umur saya 18 tahun. B: I’m eighteen.

 

A: Apakah kedua orangtua Anda bekerja? A: Are both of your parents working?
B: Ya. Baik ibu maupun ayah saya bekerja. B: Yes. Both mother and my father are working.
A: Apa pekerjaan ayah Anda? A: What does your father do?
B: Ayah saya bekerja sebagai seorang Akuntan. B: My father works as an Accountant.
A: Apa pekerjaan ibu Anda? A: What does your mother do?
B: Ibu saya bekerja sebagai seorang jururawat.

A: Di mana orangtua Anda bekerja?

B: Ayah saya bekerja di sebuah kantor polisi di Glen Waverley sedangkan ibu saya bekerja di sebuah rumah sakit di Box Hill.

B: My mother works as a nurse.

A: Where do your parents work?

B: My father works in a police station in Glen Waverley while my mother works in an hospital in Box Hill.

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone

Dalam rangka 17 Agustus, selain dari upacara juga ada perayaan-perayaan.
Yang paling terkenal adalah acara ‘Panjat Pinang’.  Seperti namanya, permainan ini adalah permainan memanjat. Yang dipanjat adalah sebuah pohon pinang yang sangat tinggi. Di bagian atas pohon terdapat banyak hadiah menarik yang digantungkan dengan sebuah tali. Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut. Akan tetapi, tidak mudah untuk memanjat pohon tersebut karena batangnya sudah terlebih dahulu dilumuri oleh minyak sehingga menjadi licin.
Permainan ini merupakan atraksi yang mendapatkan perhatian orang banyak karena batang yang licin sering membuat pemanjat jatuh. Tidak jarang para pemanjat bekerja sama sehingga salah seorang temannya berhasil melewati bagian batang yang paling licin dengan berdiri di atas bahu temannya, sedemikian rupa sampai  bertingkat-tingkat dan melibatkan beberapa orang dan seorang dari mereka akhirnya bisa memanjat batang yang kurang licin dan terus memanjat ke atas dan meraih hadiah-hadiahnya.

Selain permainan ‘Panjat Pinang’ yang biasanya adalah acara utama, ada lagi permainan lainnya yang disesuaikan dengan umur peserta.

Di bawah ini adalah komentar-komentar orang yang pernah ikut permainan-permainan ketika mereka kecil (disadur dari Majalah Femina Edisi No. 32/XXXVIII, 14-20 Agustus 2010):

“Saya nggak pernah absen ikut lomba nyanyi di kecamatan. Kalau menang, pialanya saya pamerkan pada Opung, supaya dia bisa ikut bangga!” (Lily Simanjuntak, 25, lajang, pegawai keuangan, Tanjung Pinang)

“Serunya, tuh, waktu lomba memasukkan benang ke jarum. Rasanya sulit sekali dan mata juga perih lihat lubang jarum yang kecil itu.” (Putri Bayu, 30, menikah, pegawai kreatif, Bandung)

“Setiap kali ikut lomba memindahkan bendera kecil dari botol ke botol, saya selalu membayangkan jadi seorang pahlawan yang sedang berperang membela negara.” (Ajeng Soeprawi, 26, lajang, mahasiswi, Yogyakarta)

“Paling suka lomba bawa kelereng pakai sendok. Karena sambil jalan, otomatis kelerengnya goyang-goyang terus dan bikin gregetan kalau jatuh.” (Eli Subeki, 34, menikah, pegawai administrasi, Jakarta)

“Lomba menggambar wajah orang. Sebelumnya, dengam mata tertutup, saya berjalan dari jarak 2 meter ke arah kertas yang sudah ditempel di tembok. Hasilnya pasti lucu.” (Apri Resdiyanti, 27, lajang, pegawai sumberdaya manusia, Jakarta)

“Paling senang lomba ambil koin dari jeruk bali yang sudah dilumuri tepung. Setelahnya, gigi jadi penuh tepung dan wajah jadi menakutkan.” (Yuyun Ariany, 25, lajang, pegawai administrasi, Jakarta)

“Joget bareng teman sambil menjepit balon di antara dahi. Seru, deh. Pernah, balon pecah persis di depan muka. Wajah putih saya langsung memerah.” (Maya Andansari, 25, lajang, pegawai bank, Jakarta)

“Dulu saya ikut lomba badminton dan beberapa hari sebelum lomba, sudah giat latihan sama Om. Ternyata lawan saya lebih besar dan jago. Saya kalah telak dan pulang sambil menangis.” (Rizka Nurlita Andi, 35, lajang, pegawai media, Jakarta)

“Waktu SD, saya kebagian lomba balap karung. Itu lomba pertama dan terakhir. Saya kapok setelah jatuh, luka-luka, dan kalah pula!” (Miranty, 27, menikah, guru les, Makassar)