Tidak jarang orang menjadi urung memelihara taman atau berkebun karena bingung mau membuat taman yang seperti apa. Malah mendengar cerita orang yang menyewa perancang lansekap taman halaman rumahnya yang mahal sekali, membuat hati bertambah ciut.

Sebenarnya membuat taman yang indah bisa mahal dan bisa juga murah sih. Hal itu tergantung!

Ada beberapa gaya taman: formal, informal (atau sering juga disebut sebagai cottage garden), native garden, japanese dan dry.

Formal Garden

Gaya taman ini sangat kaku karena tanaman-tanaman yang simetris dan terencana, Rumputnya terawat rapih. Tanaman bunganya seragam. Tanaman pagarnya selalu dipangkas rapi. Semuanya memberi kesan yang anggun. Cocok untuk gedung-gedung megah dan istana-istana.

Informal Garden

Nah ini gaya yang boleh dikatakan bahwa pada awalnya tidak sengaja. Kalau sejarahnya tuan-tuan tanah zaman dulu di Eropa tinggal di gedung-gedung megah yang mempunyai taman bergaya formal, pegawainya yang memelihara gedung-gedung megah itu tinggal di lahan tuannya di rumah-rumah kecil yang disebut cottage. Mungkin karena capai atau bagaimana, mereka sering membawa bibit atau tanaman bunga yang tidak terpakai lagi di rumah tuan mereka dan menanamnya sembarangan saja di dekat cottage mereka. Tetapi, karena memang tanaman-tanaman tersebut indah dan tentunya dipelihara oleh tangan yang sama sehingga terlihat sangat indah. Malah sering dianggap lebih romantis.

Jadi, tanaman bunga ditanam menyebar di seluruh halaman tetapi dipertimbangkan tingginya sehingga tidak terlihat seperti semak belukar.

Native Garden

Intinya, taman ini meniru keadaan alam secara natural. Yang ditanam adalah pohon-pohon tinggi asli yang ada di sekitarnya dan tanaman bunga yang besar dan tinggi. Tanaman penutup tanahnya adalah tanaman daun atau bunga yang bisa diinjak dan tidak gampang mati, sama halnya seperti rumput. Sehingga tidak perlu pemeliharaan yang makan waktu dan tenaga banyak. Terlebih lagi, tidak perlu memotong rumput.

Japanese Garden

Yang penting diperhatikan untuk gaya taman Jepang ini adalah kesimpelannya, anggun tapi hati-hati sekali. Tidak ada tanaman bunga yang warna bunganya sangat mencolok mata. Tidak ada tanaman pohon yang tingginya dominan. Biasanya tanaman pohon yang ditanam adalah sebuah pohon yang memberi aksen seperti statue (patung) dan yang lainnya adalah tanaman yang tidak tinggi, tanaman penutup tanah dan pasir serta kerikil-kerikil yang dirancang secara hati-hati sekali. Jadi halamannya tidak terkesan penuh. Selain tanaman yang beraksenkan patung juga sering ada kolam air dan patung-patung pagoda.

Dry Garden

Karena cuaca semakin ekstrim dan kurang hujan sehingga terciptalah gaya taman yang tanamannya didominasi oleh tanaman kaktus dan tanaman pencinta panas terik. Tidak jarang, bertemakan pantai juga. Sehingga kombinasi tanaman kaktus, batu-batuan, pasir serta kerang-kerangan terlihat indah sekali.

Ini hanya beberapa yang umum saja karena ada juga taman yang bergaya bali, mediterania dan urban garden. Sesungguhnya berkebun adalah sebuah seni. Seseorang berkata bahwa halaman kita itu bak canvasnya dan terserah kitalah bagaimana melukisnya. Jadi tidak perlu takut berkebun dan juga tidak perlu tiru-tiru orang lain karena itu halaman kita dan kita adalah sang pelukisnya.

Sony Simanjuntak
Awal Januari 2019