Air di Halaman Rumah

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone

Kolam Ikan

Air adalah sumber kehidupan. Kebun-kebun dan taman-taman terkenal pastilah mempunyai fitur air baik itu berupa kolam ikan, kolam air mancur, anak sungai buatan (yang airnya dibuat untuk mengalir terus) bahkan danau buatan. Pembuatannya bukan saja untuk keindahan tetapi juga untuk dapat menanam tumbuhan air serta sebagai daya tarik buat binatang-binatang seperti kupu-kupu. Juga, tumbuhan-tumbuhan di sekitar kolam itu akan mendapatkan manfaatnya karena air menguap dan banyak tumbuhan-tumbuhan yang suka akan kelembaban.

Sama saja dengan membuat kebun, menghadirkan sebuah kolam di kebun kita juga bisa mahal sekali tetapi bisa pula murah-meriah. Sekarang ini Anda dapat membeli kolam fiber dengan segala macam bentuk termasuk yang bertingkat-tingkat. Pompa air agar air kolam sehat dihuni oleh ikan dan membuat bunyi gemericik air buat kita nikmati juga sangat mudah didapatkan, dari yang menggunakan listrik rumah sampai yang menggunakan listrik matahari.

Untuk membuat kolam ikan dengan bak fiber yang ditanam di tanah, mungkin proyek ini bisa terselesaikan selama akhir-pekan saja – jadi itu adalah sebuah proyek akhir pekan. Hal yang penting diperhatikan adalah lokasinya – harus yang bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup agar tumbuhan air dan ikan bisa hidup. Sisakan beberapa sentimeter di atas tanah sehingga kotoran atau tanah tidak mudah masuk ke dalam kolam. Pinggiran atau bibir kolam bisa ditutup dengan batu-batu dan tumbuhan penutup tanah.

Proyek kolam ikan pertama saya juga terselesaikan dalam dua hari. Lokasinya di dekat ‘secret garden’ saya. Saya memakai bak fiber – jadi mudah sekali. Yang agak sulit justru memilih tumbuhan yang akan ditanam di sekeliling/sekitar kolam. Lucu sekali, setelah tumbuhan di sekitar kolam itu bagus, tetangga saya memberi bak plastik untuk kolam yang dua kali lebih besar dan lebih dalam. Wah, apa yang mau dikata? Tentunya saya terima dengan senang hati karena kebetulan ikan-ikan saya lumayan banyaknya. Akhirnya saya membongkar kolam pertama, karena saya suka lokasi itu.

Nggak mau menggali tanah untuk kolam ikan?

Pada dasarnya setiap benda yang dapat menampung air bisa digunakan. Tapi jika Anda menginginkan fitur air yang mudah dipindah-pindah, justru sekarang ini banyak sekali dijual, lagi-lagi, bak fiber atau plastik yang kuat. Sesungguhnya ember kaleng bekas juga bisa. Kalau ingin yang lebih indah lagi, banyak juga dijual tempayan – lebih besar tempayannya lebih bagus. Sangat gampang bukan?

Proyek kolam ikan kedua saya adalah kolam ikan tanpa menggali tanah ini. Ini karena kami merenovasi kamar mandi kami, ‘bath-tub’ yang seharusnya dibuang saya pergunakan menjadi kolam ikan yang ditempatkan di lokasi yang diperuntukkan sebagai ‘kid’s garden’ buat anak bungsu saya yang ketika itu masih duduk di Sekolah Dasar. Tumbuhan yang dibawa oleh anak saya dari sekolahnya (karena ketika itu dia sebagai anggota ‘garden club’ di sekolah), ditanam di lokasi kolam ikan ini.

Kemudian suami saya membelikan saya sebuah tempayan keramik yang besar sekali. Kali ini, saya tempatkan fitur air ini di kebun di depan rumah. Tempayannya sudah cantik sekali, sehingga saya tidak perlu menanam tumbuhan yang menutupi bagian luar tempayan. Yang penting adalah menanam tumbuhan yang mengeluarkan oksigen dan mengganti airnya sesekali. Air yang diganti pun berguna untuk menyiram tumbuhan di kebun.

Akhir kata, walaupun kolam-kolam ikan saya sangat sederhana tetapi saya sangat senang dan bangga karena kebanyakan adalah hasil karya saya sendiri! Pada musim panas, saya suka duduk di bangku yang terdapat di ‘secret garden’ saya dan bertelpon atau menikmati kopi/teh sembari mendengar gemericik air yang membuat suasana kebun yang gersang menjadi lebih sejuk dan dingin. Sering saya membuat cemburu teman yang sedang bertelpon dengan saya, karena mereka pun dapat mendengarkan suara gemericik air.