Percakapan tentang Sangkuriang

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone

A Southern: Sekarang, bagaimana cerita tentang asal-usul Gunung Tangkuban Perahu? Maaf saya menyuruh Anda bercerita terus-menerus.

Amir: Tida apa-apa. Saya suka bercerita. Silakan, kopinya diminum lagi.

A Southern: Terima kasih. Saya sudah minum lebih dari dua cangkir.

Amir: Ada seorang putri yang amat cantik. Namanya Dayang Sumbi. Dia mempunyai seorang anak laki-laki yang sangat nakal.

A Southern: Mungkin ayahnya juga nakal ketika masih anak-anak. Maaf, saya menyela cerita Anda, teruskan.

Amir: Pada suatu hari, karena nakalnya, anak itu dipukul oleh ibunya dengan sebuah sendok nasi sehingga kepalanya luka dan berdarah. Anak itu lalu pergi dari rumahnya, entah ke mana …

A Southern: Kasihan!

Amir: Sebenarnya anak itu pergi bertapa. Bertahun-tahun lamanya dia bertapa, sehingga dia menjadi seorang yang sangat sakti. Kemudian dia berganti nama menjadi Sangkuriang.

A Southern: Apakah nama itu ada artinya?

Amir: Sebentar. Saya selesaikan dulu ceritanya ya.

A Southern: Oh, maaf.

Amir: Pada suatu hari, dia kembali ke kampungnya. Tidak ada seorang pun yang mengenalnya, bahkan ibunya sendiri juga tidak mengenalnya. Pada waktu itu, Dayang Sumbi sudah menjadi seorang janda tetapi wajahnya masih tetap cantik. Sangkuriang ingin mengawininya.

A Southern: Oh, menarik sekali. Bagaimana cerita seterusnya?

Amir: Sebelum perkawinan mereka, pada suatu hari Dayang Sumbi menyisir rambut Sangkuriang. Dilihatnya luka pada kepala Sangkuriang, dan tahulah Dayang Sumbi bahwa sebenarnya Sangkuriang adalah anaknya sendiri.

A Southern: Aduh, sangat mengharukan.

Amir: Untuk membatalkan perkawinan itu, Dayang Sumbi mengajukan sebuah syarat. Syarat itu adalah, dalam satu malam Sangkuriang harus membuat sebuah telaga. Kalau dia tidak dapat membuatnya, perkawinan itu akan dibatalkan.

A Southern: Dapatkah Sangkuriang membuat telaga dalam satu malam?

Amir: Karena Sangkuriang sangat sakti, dan dia dibantu oleh jin, telaga itu hampir saja selesai.

A Southern: Jadi, mereka akan kawin?

Amir: Hampir saja. Ketika Dayang Sumbi tahu bahwa telaga itu hampir jadi, dia minta pertolongan kepada dewa-dewa.

Waktu matahari hampir terbit, Sangkuriang ada di dalam perahunya untuk menjemput Dayang Sumbi. Tiba-tiba, dewa-dewa menghancurkan telaga itu. Perahu Sangkuriang terbalik, lalu menjadi sebuah gunung.

A Southern: Bagaimana dengan Dayang Sumbi?

Amir: Dia juga terjun ke dalam air, lalu tenggelam.

A Southern: Mengharukan sekali akhir ceritanya.

Amir: Menurut cerita, perahu Sangkuriang menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Jawablah!

  1. Siapa nama putri yang cantik itu?
  2. Apa yang Anda ketahui tentang anaknya?
  3. Mengapa anak itu meninggalkan rumah ibunya?
  4. Kapan anak itu kembali ke kampungnya?
  5. Bagaimana Dayang Sumbi tahu bahwa sebenarnya Sangkuriang adalah anaknya sendiri?
  6. Apa akal Dayang Sumbi untuk membatalkan perkawinan itu?
  7. Bagaimana Sangkuriang dapat membuat telaga dalam satu malam?
  8. Siapa yang menolong Dayang Sumbi?
  9. Bagaimana akhir cerita itu?

(Kutipan langsung dengan beberapa perubahan dari buku ‘Dari Barat sampai ke Timur’ oleh Soewito Santoso dan Soemarjono)

Kosa Kata:

asal-usul = origin

menyuruh = to order/to instruct

cangkir = cup

menyela = to interrupt

sendok nasi = rice ladle

bertapa = to meditate become a hermit

sakti = supernatural power

mengenal = to know

janda = widow

wajah = face

menarik = interesting

menyisir = to comb

sebenarnya = actually

mengharukan = touching

membatalkan = to cancel

mengajukan = to propose

syarat = condition

telaga = lake

jin = evil spirit

hampir = almost

pertolongan = help

dewa = god

matahari = sun

terbit = to rise

perahu = boat

menjemput = to pick up/to fetch

tiba-tiba = suddenly

menghancurkan = to destroy

terbalik = capsize

gunung = mountain

terjun = to dive/to plunge

tenggelam = sink/drown

akal = idea